Wajib Tahu! Ini Yang Harus Dilakukan Investor Pemula di Pasar Saham


Saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang diperdagangkan di pasar modal.

Dengan memiliki saham, Anda berhak mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan, yang disebut dividen, serta kenaikan harga saham itu sendiri.

Namun, saham juga memiliki risiko yang cukup tinggi, karena harga saham bisa naik dan turun dengan cepat dan tidak pasti.

Untuk investor pemula, memilih saham yang tepat untuk berinvestasi bisa menjadi tantangan tersendiri.

Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan, seperti kinerja keuangan perusahaan, prospek bisnis, valuasi saham, dan sebagainya.

Selain itu, investor pemula juga harus memahami dasar-dasar analisis saham, baik analisis fundamental maupun analisis teknikal, agar bisa menentukan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual saham.

Berikut ini adalah beberapa tips dan rekomendasi saham yang bisa membantu investor pemula dalam berinvestasi di pasar modal:

1. Mempelajari Analisis Fundamental dan Teknikal

Analisis fundamental adalah metode untuk menilai kualitas dan nilai intrinsik suatu saham berdasarkan laporan keuangan, rasio keuangan, prospek bisnis, dan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi perusahaan.

Analisis fundamental bertujuan untuk menemukan saham-saham yang undervalued, yaitu saham yang harganya lebih murah dari nilai sebenarnya.

Analisis teknikal adalah metode untuk menilai pergerakan harga saham berdasarkan pola, tren, volume, indikator, dan grafik.

Analisis teknikal bertujuan untuk menemukan saham-saham yang memiliki momentum, yaitu saham yang harganya sedang naik atau turun dengan kuat.

Investor pemula harus belajar dan menguasai kedua jenis analisis ini, karena keduanya saling melengkapi dan membantu dalam pengambilan keputusan investasi.

Investor pemula bisa memanfaatkan berbagai sumber belajar, seperti buku, website, podcast, webinar, atau kursus online yang membahas tentang analisis saham.

2. Beli Saham yang Anda Tau, Jangan Cuma Ikut Tren

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh investor pemula adalah membeli saham yang sedang populer atau naik dengan cepat tanpa memahami bisnis dan prospek perusahaan tersebut.

Hal ini bisa berbahaya, karena saham yang sedang tren bisa saja mengalami koreksi atau penurunan yang tajam jika terjadi perubahan sentimen pasar atau berita negatif.

Oleh karena itu, investor pemula sebaiknya membeli saham yang bisnis dan produknya sudah dikenal dan dipahami.

Dengan begitu, investor pemula bisa lebih mudah mengevaluasi kinerja dan potensi perusahaan tersebut, serta lebih percaya diri dalam menghadapi fluktuasi harga saham.

Beberapa contoh saham yang bisnis dan produknya sudah familiar di masyarakat adalah saham-saham perbankan, telekomunikasi, konsumsi, farmasi, dan ritel.

Saham-saham ini juga biasanya memiliki likuiditas yang tinggi, yaitu mudah diperjualbelikan di pasar, serta memiliki pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan.

3. Membeli Saham-Saham Blue Chip

Saham-saham blue chip adalah saham-saham yang berasal dari perusahaan-perusahaan besar, mapan, dan terpercaya, yang memiliki pangsa pasar yang dominan, pendapatan yang tinggi, laba yang konsisten, dan dividen yang menarik.

Saham-saham blue chip biasanya termasuk dalam indeks saham utama, seperti LQ45, IDX30, atau KOMPAS100.

Saham-saham blue chip cocok untuk investor pemula, karena saham-saham ini memiliki risiko yang lebih rendah, harga yang lebih stabil, dan informasi yang lebih lengkap dan transparan.

Saham-saham blue chip juga bisa memberikan return yang cukup baik dalam jangka panjang, baik dari capital gain maupun dividen.

Beberapa contoh saham-saham blue chip yang bisa dipertimbangkan oleh investor pemula adalah saham-saham berikut:

  • KLBF: PT Kalbe Farma Tbk adalah perusahaan farmasi terbesar di Indonesia, yang memproduksi dan mendistribusikan berbagai produk obat-obatan, suplemen, nutrisi, dan alat kesehatan. Saham KLBF memiliki harga yang cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp 1.985 per lembar, dan memiliki dividen yield yang cukup menarik, yaitu sekitar 2,5% per tahun. Kinerja keuangan perusahaan ini juga cukup solid, meskipun mengalami penurunan laba sebesar 5,2% secara tahunan menjadi Rp 813 miliar per Maret 2023.

  • AMRT: PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk adalah perusahaan yang mengelola jaringan minimarket Alfamart, yang memiliki lebih dari 20.000 gerai di seluruh Indonesia. Saham AMRT memiliki harga yang moderat, yaitu sekitar Rp 2.800 per lembar, dan memiliki dividen yield yang lumayan, yaitu sekitar 1,8% per tahun. Kinerja keuangan perusahaan ini juga cukup baik, dengan pendapatan yang naik sebesar 14% secara tahunan menjadi Rp 26,1 triliun per Maret 2023.

4. Pilih Platform Sekuritas yang Aman dan Terpercaya

Untuk bisa berinvestasi saham, investor pemula harus membuka rekening efek di perusahaan sekuritas yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perusahaan sekuritas adalah perantara yang menyediakan layanan jual beli saham, serta memberikan fasilitas dan informasi yang dibutuhkan oleh investor.

Investor pemula harus memilih platform sekuritas yang aman dan terpercaya, yang memiliki izin resmi dari OJK, memiliki reputasi yang baik, memiliki layanan pelanggan yang responsif, dan memiliki fitur dan fasilitas yang lengkap dan mudah digunakan.

Beberapa contoh platform sekuritas yang bisa dipilih oleh investor pemula adalah:

  • BIONS: BIONS adalah platform sekuritas online yang menyediakan layanan investasi saham, reksa dana, dan obligasi dengan mudah, cepat, dan murah. BIONS memiliki fitur-fitur yang menarik, seperti BIONS Edukasi, BIONS Analisa, BIONS Rekomendasi, BIONS Portofolio, dan BIONS Komunitas, yang bisa membantu investor pemula dalam belajar dan berinvestasi saham. BIONS juga memiliki biaya transaksi yang rendah, yaitu hanya 0,15% untuk beli dan 0,25% untuk jual, serta tidak ada biaya administrasi bulanan.

  • IndoPremier: IndoPremier adalah platform sekuritas online yang menyediakan layanan investasi saham, reksa dana, obligasi, dan produk-produk investasi lainnya dengan profesional, inovatif, dan terintegrasi. IndoPremier memiliki fitur-fitur yang canggih, seperti IPOTFUND, IPOTSTOCK, IPOTNEWS, IPOTRESEARCH, IPOTPLAN, dan IPOTGO, yang bisa membantu investor pemula dalam mengakses dan mengelola investasi saham. IndoPremier juga memiliki biaya transaksi yang kompetitif, yaitu 0,19% untuk beli dan 0,29% untuk jual, serta biaya administrasi bulanan sebesar Rp 5.000.

Demikianlah beberapa tips dan rekomendasi saham yang bisa saya berikan untuk investor pemula. Semoga bermanfaat dan selamat berinvestasi! 😊

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama